YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Senin, 24 Juni 2013

ADHD


Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)


Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah bentuk ketidakmampuan anak yang ciri-cirnya antara lain : kurang perhatian, hiperaktif, dan implusif.
Anak yang memilki gangguan ini akan kurang perhatiannya, sulit untuk berkonsentrasi pada satu hal dan mungkin cepat bosan saat mengerjakan tugas yang diberikan. Anak juga akan menunjukkan level hiperaktivitas yang tinggi dan hampir selalu bergeraksetiap saat. Anak juga akan bersifat implusif yaitu sulit untuk mengendalikan reaksinya dan gampang untuk bertindak tanpa pikir panjang.

Anak yang menujukkan gejala ADHD bisa didiagnosis sebagai :
1.     ADHD dengan kecendrungan lebih pada kurang perhatian.
2.    ADHD dengan kecendrungan lebih hiperaktif/implusif.
3. ADHD dengan kecendrungan baik itu kurang perhatian maupun hiperaktif/implusif.

Tanda-tanda ADHD dapat muncul sejak usia prasekolah. Orang tua dan guru prasekolah dan taman kanak-kanak mungkin bisa mengetahui bahwa ada anak yang sangat aktif dan konsentrasinya kurang. Banyak anak ADHD sulit untuk diatur, kurang toleransi terhadap frustasi, dan punya masalah dalam berhubungan dengan teman sebaya. Karakteristik umun lainnya adalah ketidakdewasaan.

Meskipun karakteristik ADHD sering kali muncul pada usia prasekolah, namun sering kali mereka baru terlihat pada usia SD. Meningkatnya tuntutan akademik dan sosial dalam sekolah formal, dan standar yang lebih ketat dalam kontrol prilaku, sering akan mengungkapkan adanya problem ADHD pada diri anak. Guru sekolah biasanya melaporkan anak dalam keadaan ini sulit bekerja secara independen, mengerjakan tugas, dan mengelola tugas. Mereka juga sering kelihatan ribut dan tidak fokus.

Problem ADHD dulu dianggap akan berkurang saat anak masuk ke usia remaja, tetapi kini diyakini bahwa hal itu sangat jarang terjadi.  Perkiraan menunjukkan bahwa ADHD hanya menurun sekitar sepertiga dimasa remaja. Problem ini bahkan terus berlanjut hingga masa dewasa.

 Sebab utama ADHD sampai saat ini belum ditemukan. Namun, ada beberapa pendapat tentang penyebabnya seperti rendahnya level neurotransmitter, abnormalitas prenatal, dan abnormalitas postnatal. Hereditas juga munkin berperan karena 30-50% dari anak ADHD punya saudara atau orang tua yang mengalami gangguan serupa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar