YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Senin, 17 Juni 2013

Tunagrahita


Tunagrahita

 
Tunagrahita adalah keadaaan keterbelakangan mental, keadaan ini dikenal juga retardasi mental (mental retardation). Retardasi mental adalah kondisi sebelum usia 18 tahun yng ditandai dengan lemahnya kecerdasan (biasanya nilai IQ-nya di bawah 70) dan sulit beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari. Ciri utama retardasi mental adalah lemahnya fungsi intelektual. Selain intelegensinya rendah anak retardasi mental juga sulit menyesuaikan diri dan berkembang. Sebelum muncul tes formal untuk menilai kecerdasan, orang reterdasi mental di anggap sebagai orang yang tidak dapat menguasai keahlian yang sesuai dengan umurnya dan tidak merawat dirinya sendiri.
Retardasi mental dapat diklasifikasikan menjadi beberapa tipe :
1.     Retardasi mental ringan ( IQ 55-70)
Individu dengan retardasi mental ringan dapat mengembangkan kemampuan akademiknya hingga kelas 5 atau 6 sekolah dasar.

2.    Retardasi mental moderat ( IQ 40-54 )
Individu dengan kategori retardasi mental moderat dapat mengembangan keahlian seperti merawat diri, pertahanan diri dan sebagainya. Dapat berkembang hingga kurang lebih umur 7 tahun pada anak normal.

3.    Retardasi mental berat ( IQ 25-39 )
Individu dengan kategori ini sangat membutuhkan bantuan orang lain dalam kehidupannya sehari-hari.

4.    Retardasi mental parah ( IQ < 25 )
Individu dengan retardasi mental parah memerlukan perawatan yang lebih lanjut.

          Dalam Sekolah Luar Biasa khusunnya SLB-C untuk tunagrahita anak-anak dengan retardasi mental dapat digolongkan  menjadi dua tipe :
1.     Educabel
pada kategori ini anak-anak yang bersekolah adalah yang mampu didik atau yang disebut dengan anak-anak dengan retardasi mental ringan. Mereka dapat dididik sampai dengan kelas 5 atau 6 sekolah dasar dan dapat dimasukkan pada sekolah SLB-C.

2.    Trainable
Kategori Trainable atau mampu latih dapat diberikan pada anak-anak dengan retardasi mental moderat, yang bisa dilatih merawat dirinya sendiri, pertahanan diri, cara makan, minum, dan mandi, dan dapat juga dilatih untuk berkerja agar dapat mencari nafkah sendiri nantinya. Sekolah Luar biasa untuk kategori ini adalah SLB-C1.

Twin : Lory and George


 
Kembar Siam : lory dan George


Lory dan george lahir di Pennsylvania, Amerika Serikat. Mereka  lahir dengan 30 persen jaringan lobus frontal otak menyatu dan pembuluh darah kritis. Kondisi itulah yang membuat mereka tak dapat dipisahkan melalui operasi. Lory dan George (awalnya bernama Dory) merupakan kembar siam cephalopagus yaitu kembar siam dengan kepala yang menyatu satu sama lainnya dan tubuh terpisah. Kembar siam seperti ini umumnya sangat jarang terjadi dan biasanya sulit untuk bertahan hidup karena terdapat kelainan yang serius pada otak. Kembar siam seperti ini juga lebih banyak terjadi pada kembar dengan jenis kelamin perempuan.
Lori terlahir dengan kondisi tubuh yang mampu tumbuh dengan baik. Sementara George menderita spina bifida yang membuatnya harus duduk di kursi roda untuk membantu mobilitasnya. Dengan kondisi kepala yang menyatu, Lory selalu membantu George untuk menjalani aktivitasnya.
Pada kasus Lory dan george, mereka terlahir sebagai perempuan. Namun, George yang dulunya bernama Dory memutuskan untuk mengubah dirinya menjadi laki-laki, karena ia merasakan pergolakan batin yang sangat kuat sehingga ia memutuskan untuk mengubah dirinya menjadi laki-laki. Ia berkata bahwa, “Itu sangat sulit, tapi aku semakin tua dan aku tidak ingin hidup dalam kebohongan. Aku tahu aku harus menjalani hidupku seperti yang kuinginkan”. Sedangkan Lory tetap menjadi perempuan.
Walaupun Lory dan George kembar dan hidup bersama di lingkungan yang sama sejak mereka lahir, mereka memiliki kepribadian yang berbeda. Pada awalnya saja ketika George memutuskan untuk merubah dirinya menjadi laki-laki dan Lory tetap menjadi perempuan ini sudah sangat berbeda. Kegemaran yang mereka miliki pun berbeda satu sama lainnya. George lebih suka bernyanyi dan Lory lebih suka menjalani kehidupan yang normal di rumah seperti wanita lainnya. Dengan nama panggung Reba Schappell, george menjadi seorang penyanyi country yang sangat terkenal. Namun, dengan perbedaan itu, Lory dan George tetap hidup dengan harmonis dan saling membantu satu sama lainnya.
Lory dan George juga memilki sifat yang berbeda satu dengan yang lainnya. George lebih ekstovert dan outgoing sedangkan Lory lebih Introvert dan menutup dirinya. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun mereka kembar dan hidup di lingkungan yang sama setiap harinya mereka tetap memilki kepribadian masing-masing. Lory juga memilki sifat yang lebih girly dari George. Dari hal ini kita dapat mengetahui bahwa tidak ada satu orang pun yang memilki kepribadian yang sama persis walaupun mereke terlahir secara kembar dan hidup pada lingkungan yang sama sekali pun.

Bermain


“BERMAIN”
KEGIATAN MASA KANAK-KANAK AWAL

Masa kanak-kanak awal disebut dengan tahap mainan, karena pada tahap ini hampir semua permainan menggunakan mainan. Banyak orang yang menggagap bermain merupakan pembuangan waktu saja. Mereka merasa waktu untuk bermain lebih baik digunakan untuk mempelajari sesuatu yang berguna untuk mempersiapkan diri ke kehidupan dewasa. Namun,  bermain pada masa kanak-kanak awal merupakan “kegiatan yang serius” yang merupakan bagian penting dari perkembangan pada masa kanak-kanak awal. Disaat anak-anak bermain, mereka bisa menunjukan kesenangan dan emosi mereka, mereka juga dapat belajar pada saat mereka bermain.  Mereka akan belajar tentang diri mereka sendiri, orang lain bahkan dunianya.

·        Pengertian Bermain 
Bermain adalah suatu pekerjaan yang dilakukan oleh anak kecil,yang  juga dapat memberikan kontribusi dalam bidang perkembangan. Bermain juga dapat diartikan sebagai aktivitas social yang paling dominan pada masa kanak-kanak awal. Bermain dapat memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menjelajahi dunia mereka dan mengartikan pengalaman mereka tersebut sesuai dengan pengertian dasar dari tingkatan mereka sendiri.

·   Tipe Permainan
Tipe permainan ini terdiri atas 4 katagori yaitu :
1.  Permainan fungsional ( functional play)
Bentuk permainan ini merupakan bentuk yang paling sederhana, pada permainan ini dilibatkan gerakan otot yang berulang. Seperti, melompat, berlari, menendang bola,melempar, dan sebagainya yang dapat meningkatkan keterampilan motoris. Permainan ini biasanya dilakukan saat anak-anak berumur 1-2 tahun.
2.  Permainan konstruktif (constructive play)
Permainan ini mengandung penggunaan objek atau benda untuk membuat sesuatu. Contohnya kegiatan menggambar dengan krayon yang mengunakan krayon dan kertas gambar sebagai materialnya,  menyusun balok-balok, bermain puzzle, dan sebagainya. Permainan ini biasanya dilakukan ketika anak-anak berusia 3-6 tahun.
3.  Permainan sandiwara (pretend play)
Permainan ini dimainkan pada saat usia 3-7 tahun.Permainan ini dapat disebut juga sebagai permainan fantasi, permainan drama, atau permainan imajinatif. Biasanya permainan sandiwara ini meningkat pada usia prasekolah dan menurun pada usia sekolah. Dalam permainan ini anak-anak mencoba berbagai macam peran, berhadapan dengan berbagai situasi, pemahaman terhadap sudut pandang orang lain, dan mengkonstruksikan gambaran dunia social. Misalnya, seorang anak mengimajinasikan dirinya sebagai seorang superhero, atau memaikan boneka seperti sesuatu yang hidup dan memiliki karakternya masing- masing. Anak-anak yang bermain imajinatif seperti ini  cendrung berkerja sama dengan orang lain, lebih popular, dan lebih menyenangkan. Sedangkan anak-anak yang lebih banyak menonton televisi cendrung untuk tidak bermain secara imajinatif, karena mereka terbiasa untuk menyerap citra pasif dibandingkan mengumpulkan citra dari dalam diri mereka sendiri.
4.   Permainan formal dengan aturan
Permainan ini merupakan permainan yang terorganisir dengan berbagai prosedur yang telah diketahui dan memiliki hukumannya sendiri. Seperti, permainan petak umpet, bermain gundu, bermain kartu, sepak bola, dan lain-lain. yang memiliki aturannya masing-masing. Permainan ini dimainkan saat anak-anaj berusia 6-11 tahun.

·        Enam kategori permainan sosial dan nonsosial menurut parten :
1.   Prilaku tidak tetap ( unoccupied behavior)
Dalam tipe ini anak tidak bermain tetapi memperhatikan segala sesuatunya dengan ketertarikan sesaat.
2.   Prilaku menonton (onlocker behavior)
Pada kategori ini anak melihat dan memperhatikan anak-anak lain bermain. Anak dalam kategori ini ikut berbicara, mengajukan pertanyaan, ataupun memberikan saran kepada anak-anak yang bermain, tetapi tidak ikut pada aktivitas permainan tersebut. Mereka cendrung mengamati anak-anak lain daripada melihat sesuatu yang menarik.
3.   Permainan menyendiri (solitary independent play)
Dalam permainan ini, anak dalam suatu kelompok cendrung bermain sendiri dengan mainan yang berbeda-beda dengan anak lain yang ada di dekatnya dan mereka tidak berusaha untuk mendekat satu sama lain, sehingga tidak terjadi kontak diantara mereka dan mereka tidak peduli dengan apapun yang terjadi.
4.   Permainan parallel (parallel play)
Dalam permainan ini, anak-anak bermain di tengah-tengah anak yang lain, dengan mainan yang sama, tetapi tidak memainkannya dengan cara yang sama  dengan anak lain yang ada di dektanya. Pada permainan ini juga tidak terjadi kontak diantar anak-anak tersebut dan mereka juga tidak mencoba mempengaruhi permainan anak-anak lain.
5.   Permainan assosistif (associative play)
Pada saat permainan ini dilakukan, anak-anak bermain bersama anak-anak yang lain dan salin meminjamkan mainan mereka. Setiap anak bermain dengan cara yang mirip. Setiap anak bertindak sesuai dengan keinginannya dan lebih tertarik untuk bermain bersama anak-anak yang laindibandingakan bermain sendirian.
6.   Permainan kooperatif (cooperative play)
Dalam permainan ini, anak bermain secara berkelompok yang terorganisasi, dengan kegiatan-kegiatan konstruktif, setian anak juga mempunyai perannya masing-masing. Dalam klelompok ini aka nada satu atau dua orang anak yang menjadi pemimpi dan mengarahkan kegiatan  mereka.